Pertandingan Aston Villa Kontra Manchester City, 5/10/2014

Yaya Toure selama ini menjadi sasaran ejekan dan target begitu banyak kritikus selama awal musim yang tidak jelas. Bahkan para gilabola Manchester City pun mulai mempertanyakannya. Laga Minggu dinihari WIB itu mengungkapkan bahwa pemain kelas dunia akan selamanya berkelas. Gelandang tinggi besar dari Pantai Gading itu datang tepat waktu ketika sang juara Premier League tengah sangat membutuhkannya menghadapi Aston Villa guna memenangkan pertandingan. […]

Liga Inggris  - Pertandingan Aston Villa Kontra Manchester City, 5/10/2014
Yaya Toure selama ini menjadi sasaran ejekan dan target begitu banyak kritikus selama awal musim yang tidak jelas. Bahkan para gilabola Manchester City pun mulai mempertanyakannya.

Laga Minggu dinihari WIB itu mengungkapkan bahwa pemain kelas dunia akan selamanya berkelas.

Gelandang tinggi besar dari Pantai Gading itu datang tepat waktu ketika sang juara Premier League tengah sangat membutuhkannya menghadapi Aston Villa guna memenangkan pertandingan.

Man City tampak sedikit menderita menjalani laga tandang melawan pertahanan Villa yang kompak. Kesempatan demi kesempatan hilang. Kalau pun ada, bisa dihadang dengan berani. Dan kalau pun itu lolos, masih bisa diselamatkan.

Waktu hampir habis, hampir tujuh menit tersisa dari 90 menit waktu reguler, dan saraf Man City menegang ketika Toure mendapat bola dari jarak 25 meter.

Dia memainkan bola, mengecoh yang lain, dan menyelesaikan serangkaian gaya goceknya dengan satu tembakan kuat akurat ke gawang dengan kaki kirinya yang lebih lemah. 0-1!

Itu adalah serangan kualitas tertinggi yang mengirim City melompat ke posisi kedua dalam klasemen sementara. Tapi Toure belum selesai sampai di situ.

Beberapa menit kemudian ketika hawa menit-menit akhir pertandingan mulai terasa, ia memulai satu gocekan lain yang berakhir dengan bola di kaki Sergio Aguero, yang menyelesaikannya dengan satu tembakan yang benar-benar tak terbendung di dalam kotak penalti.

Awal musim yang lesu sebelumnya untuk Yaya Toure, ketika ia dua kali mengirim umpan-umpan sederhana yang tidak serius dan tidak sungguh-sungguh, sekarang sudah lama terlupakan.

Tentunya, Yaya sekarang akan membakar timnya dan menyalakan semua bakat ketika mereka mencoba untuk mempertahankan gelar domestik mereka dan tantangan-tantangan baru di Eropa.

Manajer Manuel Pellegrini mengatakan, “Ini adalah pertandingan terbaik kami musim ini. Ada intensitas yang baik untuk permainan kami.”

“Saya harap kita sekarang akan melihat Yaya yang kami lihat musim lalu. Dia tahu dia harus semakin baik di setiap pertandingan.

“Yaya adalah pemain berpengalaman. Dia telah dikritik tetapi tidak ada masalah dengan itu. Dia tahu apa yang harus dilakukan dan saya tidak punya kekhawatiran tentang dia. Dia adalah salah satu gelandang terbaik di Liga Premier.”

Untuk Villa, sebaliknya, itu adalah realitas lain.

Optimisme awal musim di Birmingham kini telah semakin berkurang dengan kekalahan terhadap Arsenal, Chelsea dan City, dan ratusan kursi kosong di tribun kemarin malam harus menjadi perhatian.

Fans mereka sejauh ini muncul dengan harapan demi harapan, tapi setidaknya masih bisa mengambil hati dari energi, organisasi yang kompak dan ketenangan para pemain muda mereka.

Faktanya adalah Man City butuh 83 menit untuk menerobos pertahanan tim Paul Lambert.

“Saya pikir itu adalah usaha besar dari kami,” kata Lambert.

“Kami membela secara gigih tetapi mereka memiliki kualitas di mana-mana dan kami takluk di seluruh sisi lapangan pada menit-menit akhir.”