Kebelet ke MU, Bek Sporting Lisbon Akhirnya Minta Maaf

18

  Walaupun belum terlalu kelihatan kembali merajai tanah Inggris dan Eropa, namun kini nama besar Manchester United kembali jadi daya tarik pemain sepakbola. Terlebih sejak tim ini dipoles oleh Louis van Gaal. Kebelet ke MU, bek Sporting Lisbon akhirnya minta maaf. Memangnya kenapa? Pemain yang dimaksud, Marcos Rojo, akhirnya meminta maaf kepada klubnya, Sporting Lisbon, […]

Liga Inggris  - Kebelet ke MU, Bek Sporting Lisbon Akhirnya Minta Maaf

 

Walaupun belum terlalu kelihatan kembali merajai tanah Inggris dan Eropa, namun kini nama besar Manchester United kembali jadi daya tarik pemain sepakbola. Terlebih sejak tim ini dipoles oleh Louis van Gaal. Kebelet ke MU, bek Sporting Lisbon akhirnya minta maaf.

Memangnya kenapa? Pemain yang dimaksud, Marcos Rojo, akhirnya meminta maaf kepada klubnya, Sporting Lisbon, atas tindakannya yang tidak profesional.

Bagaimana tidak? Bek asal Argentina itu memaksa Sporting untuk melepasnya ke Manchester United pada bursa transfer musim panas ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pekan lalu, MU sempat mengajukan tawaran sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp 312,5 miliar kepada Sporting untuk memboyong Rojo ke Old Trafford. Namun, tawaran klub Liga Premier Inggris tersebut ditolak. Belakangan, penolakan itu membuat Rojo tidak senang dan mangkir dari sisi latihan.

“Ini semua salah paham. Saat itu saya sedang emosi. Saya minta maaf atas apa yang telah terjadi karena saya merasa tidak profesional. Sekarang saya akan berusaha memperbaiki situasi ini,” kata Rojo di televisi internal Sporting  sesuai rilis Soccerway, Senin (18/08/2014).

“Karier saya tergantung kepada Sporting. Sekarang saya akan mencoba untuk memperbaiki situasi,” ucapnya. “Saya berharap ini akan jadi yang terbaik bagi kedua pihak. Tapi saya ingin menekankan, saya sangat senang di klub ini. Saya senang dengan cara klub memperlakukan dan mempedulikan saya.”

Rojo juga tak lupa membantah kabar yang menyebutkan dirinya nyaris baku pukul dengan presiden klub Bruno de Carvalho dalam pertemuan awal pekan lalu.