Kiper MU Selamatkan Penalti, Tapi Gampang Kok Nebak Arah Bolanya

5893

Kiper MU Sergio Romero dipuji Jose Mourinho karena menyelamatkan satu penalti. Tapi eksekutor Southampton sudah memberi tanda. Lihat lirikan matanya.

Liga Inggris  - Kiper MU Selamatkan Penalti, Tapi Gampang Kok Nebak Arah Bolanya

Liga Inggris – Gak sulit-sulit amat kok menebak ke mana penendang penalti Southampton Manolo Gabbiadini akan mengarahkan bolanya. Lirikan ke arah kiri lebih sering daripada ke kanan.

Pertandingan baru berjalan lima menit ketika Eric Bailly memegang bola di dalam kotak penalti. Wasit dengan kejam menunjuk titik putih. Seluruh fans menahan nafas daaan … GAGAL!

Kiper Sergio Romero, yang baru melakoni starter keduanya musim ini, dengan tepat menebak arah tembakan Manolo Gabbiadini, membanting tubuhnya ke kanan dan menyelamatkan gawangnya.

Tayangan ulang memperlihatkan mantan pemain Napoli itu dengan gelisah berdiri di depan bola, jantungnya berdegup kencang dan ia kelihatan tak sabar segera mengeksekusi bola demi merayakan golnya. Tapi matanya melirik ke kiri lebih sering daripada ke kanan dan kiper Manchester United mampu mengenalinya.

Lihat sendiri:

Jika video tidak muncul klik di sini.

Laga di St Mary’s Stadium itu sendiri usai dengan skor 0-0. Tidak ada gol terjadi selama pertandingan.

Jika ini benar-benar audisi untuk satu tempat final Liga Europa, maka Sergio Romero telah mengkonfirmasi namanya di lembar susunan pemain Manchester United. Diberikan hanya starter keduanya di Liga Inggris sejak awal musim ini – menggantikan David de Gea yang tengah beristirahat – kiper tersebut tidak hanya menyelamatkan penalti dari Manolo Gabbiadini, dia terus menyelamatkan gawangnya dari semua tendangan Southampton ke arahnya.

Ada beberapa penyelamatan yang menarik perhatian sepanjang laga tadi malam, termasuk satu upaya dari James Ward-Prowse. Ini adalah penampilan ke-17 dari sang kiper internasional Argentina musim ini di semua kompetisi dan ini merupakan gawang bersihnya ke-11. Dia kebobolan hanya enam kali selama 17 penampilan tersebut dan, ketika dia tampil, Manchester United telah menang 13 kali dan draw empat kali.

Mungkin aneh bagi seorang manajer untuk mempertimbangkan untuk memulai laga dengan kiper No 2-nya di final kompetisi Eropa, terutama dengan status elit yang disandang David De Gea.

Dilema soal kiper hebat ini akan mengangkat pertanyaan yang tak terelakkan tentang masa depan sang kiper Spanyol di Old Trafford. Real Madrid terus melontarkan tatapan tamak padanya. Tapi Mourinho menjelaskan bahwa pilihan kipernya tidak normal dan tidak sulit untuk melihat mengapa dia memiliki kepercayaan terhadap Romero.