Memaki di Twitter, Rio Ferdinand Didenda Rp 483 Juta

17

Gara-gara memaki di Twitter, Rio Ferdinand dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak tiga laga, dan denda uang Rp 483 Juta. Mantan bek Manchester United itu bereaksi terhadap sebuah provokasi online di media sosial itu dengan menggunakan kata ‘sket’ di posting tentang ibu seseorang. ‘Sket’ adalah kata dari Karibia yang berarti pelacur atau wanita gampangan. Kegagalan untuk mengakui […]

Liga Inggris  - Memaki di Twitter, Rio Ferdinand Didenda Rp 483 Juta

Gara-gara memaki di Twitter, Rio Ferdinand dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak tiga laga, dan denda uang Rp 483 Juta.

Mantan bek Manchester United itu bereaksi terhadap sebuah provokasi online di media sosial itu dengan menggunakan kata ‘sket’ di posting tentang ibu seseorang. ‘Sket’ adalah kata dari Karibia yang berarti pelacur atau wanita gampangan.

Kegagalan untuk mengakui perbuatan itu mungkin telah dikenakan terhadap pemain berusia 35 tahun tersebut, yang sebenarnya merupakan anggota salah satu komisi di FA Inggris di bawah pimpinan presiden FA Greg Dyke.

Tweet ini mungkin juga telah dianggap sebagai pelanggaran kedua, mengingat hanya dua tahun lalu Ferdinand didenda Rp 869 juta karena menyebut Ashley Cole sebagai ‘choc ice’, istilah untuk menyebut orang berkulit hitam dengan tendensi merendahkan.

Menurut berbagai kamus, ‘sket’ adalah istilah Karibia untuk pelacur, dan FA menerima sejumlah keluhan dari anggota masyarakat.

Ferdinand yang kini bermain untuk Queens Park Rangers gagal untuk merespons tuduhan awal pada tanggal 14 Oktober, sesuatu yang diyakini telah memberi kontribusi pada panjangnya larangan bermain yang dijatuhkan oleh FA.

Dia dipahami merasa tidak senang dengan beratnya hukuman yang dijatuhkan karena yakin bahwa penasihat hukumnya telah berkomunikasi dengan FA atas masalah ini.

Sebuah pernyataan di situs FA mengatakan, “Bek Queens Park Rangers Rio Ferdinand telah diskors selama tiga pertandingan dengan efek sesegera mungkin, dengan kemungkinan banding, setelah kesalahan tuduhan FA melawan dia ditemukan terbukti.”

“Diduga komentar Ferdinand yang diposting di akun Twitternya adalah penghinaan dan/atau tidak senonoh dan/atau menghina dan/atau tidak layak.”

“Lebih lanjut menuduh bahwa pelanggaran ini diperburuk berdasarkan FA Rule E3 (2) dengan komentar menyangkut gender.”

FA tetap menjatuhkan hukuman atas Ferdinand, meskipun ia menjadi salah satu anggota komisi dari ketua FA Inggris, Greg Dyke. Dia bahkan akhir-akhir ini dikaitkan dengan jabatan wakil presiden FIFA.

Profil Ferdinand sangat besar. Dia memiliki 5,8 juta follower di Twitter dan merangkul media sosial sedemikian rupa, antara lain dengan meluncurkan sebuah bab dari buku barunya di Facebook.