Mungkin Xherdan Shaqiri Akan Gabung Liverpool

Bursa transfer sepakbola memang penuh drama. Baru beberapa hari lalu Xherdan Shaqiri bilang akan bertahan di Bayern Munich, mendadak ia berubah pikiran dan mengatakan bahwa masa depannya serba tidak pasti, sinyal bagi klub lain untuk masuk dan mencoba menawarinya kontrak baru. Liverpool sejauh ini diketahui sebagai satu-satunya klub yang berminat meminang pemain asal Swiss tersebut. […]

Mungkin Xherdan Shaqiri Akan Gabung Liverpool

Bursa transfer sepakbola memang penuh drama. Baru beberapa hari lalu Xherdan Shaqiri bilang akan bertahan di Bayern Munich, mendadak ia berubah pikiran dan mengatakan bahwa masa depannya serba tidak pasti, sinyal bagi klub lain untuk masuk dan mencoba menawarinya kontrak baru.

Liverpool sejauh ini diketahui sebagai satu-satunya klub yang berminat meminang pemain asal Swiss tersebut.

Pemain berusia 22 tahun itu bergabung dengan juara Jerman tahun 2012, namun belum mampu untuk mendapatkan posisi tim utama di klub ini, kalah oleh Arjen Robben dan Franck Ribery.

Shaqiri mengatakan: “Pada musim panas saya mengatakan bahwa saya ingin memiliki lebih banyak waktu bermain.”

“Saya duduk dengan (manajemen) klub dan membuat posisi saya jelas.”

“Saya akan tinggal, tetapi di musim dingin kita perlu duduk lagi dan melihat situasi.”

“Kunci untuk berkinerja baik adalah menjaga kontak yang baik dengan pelatih dan menikmati rasa percaya dirinya, tetapi tidak selalu terjadi di sini.”

“Saya butuh kepercayaan diri dan saya berjuang untuk berkontribusi jika ada sesuatu yang salah.”

Siapa sih Xherdan Shaqiri? Dari namanya saja kita tahu dia bukan orang asli Swiss.

Xherdan Shaqiri adalah imigran Albania keturunan etnik Kosovo, salah satu daerah di Balkan, sisa pecahan Yugoslavia di tahun 1990-an.

Orangtuanya mengungsi ke Swiss tahun 1992 ketika pecah perang etnik di semenanjung Balkan, yang meluluhlantakkan dan memecahbelah negara Yugoslavia menjadi empat, atau lima, atau bahkan enam negara independen, tergantung dari sisi mana Anda melihatnya.

Serbia, misalnya, tidak mengakui kehadiran Kosovo.

Dan karenanya pihak Serbia sangat murka ketika Xherdan Shaqiri selaku pemain Bayern Munich merayakan kemenangan klubnya di ajang Piala Champions tahun 2013 lalu dengan mengibarkan bendera Swiss dan Kosovo. Tayangan itu meluas ke seluruh dunia berkat televisi. Selaku imigran ia memang memiliki dua kewarganegaraan: Swiss dan Albania.

Ketua asosiasi sepakbola Serbia Tomislav Karadzic mengatakan, “Saya tidak tahu bagaimana mereka membiarkan dia membawa masuk (bendera-bendera itu), tapi jelas bahwa dia tak punya hak melakukannya, dan promosi politik apa pun bertentangan dengan ketentuan UEFA. Kosovo juga tidak diakui oleh PBB, FIFA, maupun UEFA. Jadi saya melihat ini sebagai kegagalan oleh pihak penyelenggara.”

Masa kecil Shaqiri dihabiskan di tim remaja SV Augst, Swiss. Ia berusia 10 tahun kala itu, dan ayahnya yang jeli melihat bakat yang lebih besar daripada sekedar sebuah klub pedesaan.

Maka setiap hari ayahnya membawanya naik bus selama 30 menit ke tim junior FC Basel. Shaqiri tidak suka dengan pilihan itu karena semua temannya ada di Augst. Ia selalu menangis setiap kali berangkat latihan ke FC Basel. Namun belakangan, ia menyadari pilihan ayahnya sudah tepat.

Tahun 2007 ia mulai masuk tim U21 FC Basel. Dua tahun kemudian masuk tim senior, dan tahun 2012 ditransfer ke Bayern Munich pada usia 20 tahun.

Kosovo dan Serbia mencapai kesepakatan penting untuk menormalkan hubungan mereka pada bulan April 2013, tapi masih ada banyak ganjalan. Ini tidak selalu mudah bagi Shaqiri – dan rekan-rekannya sesama keturunan Kosovo-Albania, Granit Xhaka dan Valon Behrami – untuk berdiri teguh dalam loyalitas ganda kepada Kosovo dan Swiss.

Selama lebih dari satu dekade, Partai Rakyat (People’s Party) di Swiss telah menjalankan kampanye menentang imigran asing dan menargetkan keturunan Kosovo-Albania pada khususnya. Pada bulan Februari 2014 lalu, para pemilih Swiss mendukung proposal referendum untuk menetapkan kuota yang lebih ketat untuk imigran dari negara-negara Uni Eropa.

Shaqiri tetap berdiri teguh dalam dukungannya terhadap Kosovo dan pada tahun 2012 ia menandatangani petisi meminta UEFA untuk mengakui tim nasional Kosovo.

Dua tahun kemudian, pada Januari 2014, FIFA mengumumkan bahwa Kosovo boleh memainkan pertandingan persahabatan melawan negara-negara anggota FIFA di level klub dan internasional. Ini adalah sebuah langkah besar bagi negara yang baru enam tahun menyatakan kemerdekaan dari Serbia.

Pada tanggal 5 Maret Kosovo, yang 90%-nya adalah orang Albania, melakukan laga perdana persahabatan yang diakui FIFA melawan Haiti di Mitrovica, dan berakhir 0-0. Presiden Kosovo Atifete Jahjaga dan perdana menteri Hashim Thaci hadir.

Kosovo telah memainkan dua pertandingan persahabatan lainnya sejak saat itu – melawan Turki dan Senegal – dan mungkin masih sangat lama sebelum mereka bisa bermain di Piala Dunia. Namun mereka sudah memiliki tiga pemain yang akan mengibarkan bendera mereka di ajang-ajang kompetisi internasional.

Sepakbola.cc