Berita Bola - Rio Ferdinand Beberkan Taktik Ajaib David Moyes -

Rio Ferdinand membuka rahasia masa-masa suram Manchester United di bawah kepemimpinan David Moyes.

Dalam biografinya berjudul  ‘#2Sides’, yang diterbitkan berseri oleh The Sun, Rio Ferdinand mengatakan David Moyes memberikan energi negatif, bahkan Ferdinan menyebut taktik Moyes adalah sesuatu yang ‘memalukan.

David Moyes hanya sepuluh bulan melatih Manchester United usai ditunjuk sebagai pengganti Sir Alex Ferguson. Pria dengan julukan The Choosen One ini dianggap Ferdinand tak mampu menyampaikan pesannya dengan baik pada para pemain.

“Ia mencoba untuk menciptakan sebuah visi, namun visinya tak jelas seperti apa,” kata Rio Ferdinand.  “Secara tidak sengaja, ia menciptakan energi negatif di sini. Dengan Fergie, rasanya selalu positif. Kami selalu diajarkan untuk menghentikan tim lawan. Moyes ingin kami tidak kalah. Kami selalu dipaksa bermain untuk menang.”

“Inovasi Moyes justru membawa kami pada hal negatif dan kebingungan. Kebingungan terbesar adalah bagaimana ia ingin kami menyalurkan bola ke depan. Ia sering mengatakan bahwa kami harus bermain jauh. Bahkan beberapa pemain merasa mereka menendang bola terjauh sepanjang karir mereka.”

“Terkadang taktik utama kami adalah umpan jauh, tinggi, dan silang. Itu memalukan. Dalam suatu pertandingan kandang menghadapi Fulham, kami mencetak 81 umpan. Saya berpikir, kenapa kami melakukan ini? Andy Carroll tidak bermain bersama kami!”

“Yang lainnya pun terasa aneh. Suatu ketika Moyes ingin kami melakukan banyak operan. Ia mengatakan: ‘Hari ini saya ingin kita melakukan 600 kali operan di pertandingan. Pekan lalu hanya 400’. Siapa yang peduli? Saya lebih baik mencetak 5 gol dari 10 operan.”

Pemain yang dulunya adalah andalan timnas Inggris ini mencatatkan 81 penampilan untuk negaranya. Ia merasa marah pada Moyes yang memutuskan bahwa dirinya tidak akan bermain.

“Itu menyakiti saya,” katanya. “Dalam hati saya ingin berteriak dan mencekiknya. Saya adalah pemain dalam tim, jadi saya harus menggigit lidah saya dan berdiri di sana. Namun itu adalah masa-masa terburuk yang saya alami di United. Saya tak pernah dilupakan di pertandingan besar seperti itu, dan ia melakukannya itu pada saya di depan semua orang.”