Skandal bolaseks: Sven-Göran Eriksson

Masih ingat Sven-Göran Eriksson? Pria asal Swedia berusia di akhir 50-an tahun itu adalah pelatih timnas Inggris pada era 2001 sampai 2006. Ia tidak terlalu sukses menangani The Three Lions. Mungkin itu sebabnya, untuk melampiaskan rasa frustrasinya, ia lebih suka bermain bola-bola lain dengan Faria Alam, sekretaris Football Association (FA), semacam PSSI-nya Inggris. Faria Alam, […]

Masih ingat Sven-Göran Eriksson? Pria asal Swedia berusia di akhir 50-an tahun itu adalah pelatih timnas Inggris pada era 2001 sampai 2006. Ia tidak terlalu sukses menangani The Three Lions. Mungkin itu sebabnya, untuk melampiaskan rasa frustrasinya, ia lebih suka bermain bola-bola lain dengan Faria Alam, sekretaris Football Association (FA), semacam PSSI-nya Inggris.

Faria Alam, wanita itu, adalah gadis kewarganegaraan Inggris kelahiran Bangladesh. Usianya saat skandal ini terjadi sekitar 38 atau 39 tahun. Jangan terkecoh dengan usianya. Lihat saja fotonya. Masih molek, kan?

Yang membuat berita ini meledak sebenarnya bukan skandal mereka berdua tapi kenyataan bahwa Faria Alam menjalin hubungan cinta segitiga dengan CEO-nya FA, yakni Mark Palios. Si bos PSSI Inggris itu akhirnya mengundurkan diri, namun ceritanya sudah terlanjur menyebar ke mana-mana. Konon Faria Alam berhasil mendapatkan uang sampai Rp 6 milyar dengan menjual kisah cinta segitiganya dengan dua tokoh sepakbola Inggris tersebut.

Faria mengisahkan, skandalnya dengan Eriksson dimulai di atas meja makan pada sebuah jamuan makan malam FA. Palios duduk di sisi kanan, Eriksson di sisi kiri. Pada satu kesempatan, pelatih Inggris itu menggesekkan pahanya dengan keras ke paha Faria.

Ketika ditanya, apa maksudnya, lelaki tua nakal asal Swedia itu cuma meletakkan jarinya di bibir sembari berbisisk, “Ssssh!”

Sisanya adalah sejarah. Kepada setidaknya dua media gosip Inggris, Faria mengisahkan secara mendetail hubungannya dengan dua pria itu secara spesifik sampai ke atas ranjang.

Namun yang paling menyakitkan adalah, kepada teman-temannya Faria mengatakan, tidak ada pecinta yang lebih hebat dari Mark Palios, sang CEO, dan bukan Eriksson. Palios biasa datang ke flatnya di dekat London setiap Minggu dinihari dan mereka bermain cinta sampai siang, saat Faria Alam kemudian membuatkannya sarapan kesiangan.

Mark Palios memiliki 5 anak perempuan usia 9 sampai 13 tahun, dan Faria sangat ingin bisa menjadi ibu bagi mereka, demikian cerita teman-temannya.

Salah satu media gosip Inggris menuduh Faria adalah seorang pelacur kelas atas. Tabloid itu berpura-pura menjadi seorang pengusaha kaya yang bersedia membayar sebesar Rp 120 juta untuk sebuah transaksi seks selama 3 jam, dan ia bersedia. Namun Faria belakangan membantah adanya tawaran semacam itu.