Baru Dua Laga, David Moyes Sudah Pesimis Bawa Sunderland. Walah???

  • Baru menjalani dua laga perdana Liga Inggris, manajer Sunderland AFC David Moyes yakin timnya akan berjuang di zona degradasi. Wah gimana toh oom? David Moyes meminta para suporter The Black Cats untuk bersabar sebab Sunderland kemungkinan besar akan bertarung di strip zona degradasi Liga Inggris. Keyakinan Moyes tersebut muncul setelah ia gagal membawa kemenangan di […]

Baru menjalani dua laga perdana Liga Inggris, manajer Sunderland AFC David Moyes yakin timnya akan berjuang di zona degradasi. Wah gimana toh oom?

David Moyes meminta para suporter The Black Cats untuk bersabar sebab Sunderland kemungkinan besar akan bertarung di strip zona degradasi Liga Inggris.

Keyakinan Moyes tersebut muncul setelah ia gagal membawa kemenangan di dua laga awal Liga Inggris.

Pada laga pertama kontra Manchester City di Etihad, Sunderland harus menelan kekalahan pertama musim ini.

Di pekan kedua, Moyes harus menyaksikan gawang Vito Mannone dibobol oleh Cristhian Stuani di laga derby Tees-Wear versus Middlesbrough.

Melihat rasa pesimis yang menaungi fans Sunderland, Moyes memberikan jawaban jujur bahwa timnya akan lebih banyak berada di zona degradasi di sepanjang musim.

Kepesimisan tersebut karena eks manajer Everton, Manchester United dan Real Sociedad itu mewarisi pekerjaan rumah yang besar untuk memperbaiki lini belakang.

“Para fans mungkin benar. Hal sama terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan saya pikir kejadiannya akan terulang. Anda tidak membantah fakta tersebut,” ujar David Moyes pada konferensi pers sesuai laga.

“Publik mengharapkan perubahan dramatis, namun hal itu tidak bisa terjadi.”

“Kami harap segalanya bisa kian membaik. Di lini pertahanan, kami mempunyai pemain muda di posisi bek kanan dan bertahan, tapi mereka masih membutuhkan banyak pengalaman bermain dan pelajaran.”

“Ini lah skuat untuk saat ini, tapi kami masih mempunyai dua atau tiga pemain yang akan kembali (dari cedera) dan itu akan menambah kedalaman tim dan memperbaiki skuat.”

“Kami harus menemukan keseimbangan antara pemain muda dengan senior, dan mendapatkan pemain yang tepat di bursa transfer.”

“Akan tetapi hal tersebut tidaklah mudah. Harga-harga (pemain) saat ini berbeda dibandingkan dengan di masa lalu,” tambahnya, pesimis.