Mesut Ozil Kenang Malam Terburuk Dalam Karirnya

143

Berita Bola, Liga Inggris – Mesut Ozil kenang malam terburuk dalam karirnya selama ini. Hal itu terungkap dalam buku terbarunya yang sangat luar biasa.

Liga Inggris  - Mesut Ozil Kenang Malam Terburuk Dalam Karirnya

Berita Bola, Liga Inggris – Mesut Ozil kenang malam terburuk dalam karirnya selama ini. Hal itu terungkap dalam buku terbarunya yang sangat luar biasa.

Playmaker Jerman telah membuka kenangan tentang kekalhan berat timnya di Liga Champions dalam bukunya ‘Gunning for Glory’

Mesut Ozil telah melabeli kekalahan dengan agregat besar Arsenal  10-2 di tangan Bayern Munich di Liga Champions sebagai salah satu momen paling gelap dalam karirnya.

Skuad asuhan Arsene Wenger dilibas dengan skor 5-1 di Allianz Arena di leg pertama, sebelum Bayern mereplikasi gol di scoreline di Emirates Stadium tiga minggu kemudian.

Ozil tampil di kedua laga tersebut dan pemain internasional Jerman – yang sangat banyak dikritik karena penampilannya di leg pertama pada khususnya – telah membuka diri tentang kenangan pada pertemuan tersebut.

“Kekalahan yang menghancurkan di Bayern Munich musim ini tidak diragukan lagi merupakan salah satu malam gelap dalam karir sepakbola saya, salah satu yang paling gelap,” kata Ozil dalam bukunya ‘Gunning for Glory’.

“Ini di antara lima besar kekalahan yang paling memalukan yang pernah saya derita.”

“Kami siap secara positif untuk pertandingan ini. Arsene Wenger telah mengungkapkan kepada kami rencana permainannya. Dia sangat jelas tentang gagasannya – dan itu bagus.”

“Tujuan kami adalah menyingkirkan pemain utama Bayern, Mats Hummels, untuk mencegahnya membuka permainan yang dia lakukan dengan sangat cemerlang.”

“Dengan cara ini kami berharap kami bisa menghentikan Bayern untuk membangun permainan pada tahap awal dan mengganggu ritme mereka.”

“Tentu saja saya bisa terus dengan¬†rencana permainan yang akhirnya tidak berjalan, saya bisa mencari-cari alasan, tapi saya tidak mau. Apa yang terjadi di antara kami di ruang ganti setelah pertandingan bukanlah urusan siapa-siapa.”

“Juga bukan apa yang Wenger anggap kegagalan saat kami berada dalam analisis pasca pertandingannya, faktanya, kita semua gagal, kami semua buruk, bukan hanya manajer.”