Ternyata Ada Peran Israel di Balik Kampanye Anti Qatar 2022

Selama beberapa bulan terakhir marak kampanye untuk pembatalan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Mengapa begitu? Ada kaitannya dengan dukungan Qatar selama ini terhadap gerakan Hamas di Palestina dan gerakan ekstrim lain seperti Ikhwanul Muslimin. Menurut James M. Dorsey, seorang mitra senior di S. Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University di Singapura, dan yang […]

Liga Inggris Piala Dunia  - Ternyata Ada Peran Israel di Balik Kampanye Anti Qatar 2022

Selama beberapa bulan terakhir marak kampanye untuk pembatalan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Mengapa begitu? Ada kaitannya dengan dukungan Qatar selama ini terhadap gerakan Hamas di Palestina dan gerakan ekstrim lain seperti Ikhwanul Muslimin.

Menurut James M. Dorsey, seorang mitra senior di S. Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University di Singapura, dan yang juga direktur bersama di Institute of Fan Culture di University of Würzburg, Jerman, ada kepentingan Israel di balik kampanye pembatalan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 itu.

Tulisan di bawah ini merupakan ringkasan dari tulisan James M. Dorsey di The Huffington Post.

Israel tampaknya sedang memobilisasi secara luar biasa kampanye di tingkat akar rumput agar menentang Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 sebagai bagian dari upaya negara Yahudi itu untuk bisa mengisolasi Hamas, yang kini menguasai Jalur Gaza, dan pada gilirannya memperbaiki nasib Otoritas Palestina di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.

Salah satunya adalah demo pendukung sepakbola di London di salah satu akhir pekan bulan Oktober ini di luar kedutaan Qatar,  menuntut agar negara Teluk itu dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah kompetisi 2022 karena dukungan untuk Hamas.

Protes dilangsungkan dengan slogan-slogan seperti ‘Penggemar sepakbola berhak mendapatkan yang lebih baik daripada Qatar,’ ‘Usir terorisme dari sepakbola’, dan ‘Qatar: Hentikan Pendanaan Terorisme’.

Demo itu terselenggara berkat bantuan Sussex Friends of Israel dan Israel Forum Task Force.

Liga Inggris Piala Dunia  - Ternyata Ada Peran Israel di Balik Kampanye Anti Qatar 2022

“Kita seharusnya tidak bernegosiasi dengan teroris, kita tidak harus membiayai teroris dan kita tidak boleh menghargai teror dengan memberikan Piala Dunia ke Qatar untuk perannya dalam pembiayaan teror, ” kata pengacara Mark Lewis, salah satu penyelenggara protes ini.

“(Ini adalah) waktu untuk wasit opini dunia untuk meniup peluit dan menunjukkan kartu merah ke Qatar. sudah waktunya untuk menendang Blatter dari FIFA, dan waktu untuk menendang terorisme dari sepakbola, dan sudah waktunya untuk menendang Piala Dunia dari Qatar.”

Para pejabat Israel telah berusaha untuk mengecilkan gagasan bahwa mereka memobilisasi sumber daya lobi mereka guna melawan Qatar pada momen penting pertempuran politik atas hak-hak negara Teluk hosting.

Mereka akan mengatakan, kampanye anti Qatar akan terhambat oleh hubungan dekat antara Amerika Serikat dan Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah pada saat Washington menyusun sebuah pagar betis internasional terhadap perkembangan ISIS, sebuah kelompok yang mengontrol sebagian Suriah dan Irak.

Maraknya kampanye anti Qatar ini bertepatan dengan munculnya sejumlah perkembangan penting.

Liga Inggris Piala Dunia  - Ternyata Ada Peran Israel di Balik Kampanye Anti Qatar 2022

Penyelidik independen FIFA Michael Garcia baru-baru ini menyerahkan laporannya kepada komite eksekutif FIFA. Laporan itu berisi hasil penyelidikan soal dugaan korupsi dan suap dalam penunjukan Qatar sebagai tuan rumah 2022.

Seorang anggota komite eksekutif FIFA, Theo Zwanziger, memperkirakan pekan ini bahwa Qatar akan dirampas hak tuan rumahnya. Pencoretan dilakukan bukan karena kesalahan dalam proposal tetapi karena suhu panas yang ekstrim dari negara Teluk itu.

FIFA dengan cepat menegaskan bahwa pendapat Zwanziger mengekspresikan opini pribadi. Qatar juga di bawah tekanan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia dan serikat buruh untuk menghapuskan kafala atau sistem sponsor yang menempatkan pekerja dalam  belas kasihan majikan mereka.

Demonstrasi di London itu diikuti sejumlah serangan terhadap Qatar oleh para politisi Israel, para pejabat dan akademisi Israel dalam beberapa bulan terakhir, serta usaha negosiasi Israel-Mesir yang makin maju guna menghentikan pertempuran tujuh pekan di Gaza antara Israel dan Hamas. Jika negosiasi Israel-Mesir berhasil maka hal itu akan mengesampingkan Qatar dalam proses diplomatik.

Dalam sebuah artikel di The New York Times, Duta Besar Israel untuk PBB Ron Prosor menjuluki Qatar “Club Med Untuk Para Teroris” karena dukungan Qatar terhadap Hamas, Ikhwanul Muslimin dan kelompok-kelompok jihad lainnya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, para sheik dari Doha, ibukota Qatar, telah menyalurkan ratusan juta dolar untuk Gaza. Setiap salah satu dari terowongan dan roket Hamas mungkin juga memiliki penanda yang berbunyi ‘Dimungkinkan melalui sumbangan dari para emir Qatar …”

“Sudah saatnya bagi dunia untuk bangun dan mencium bau asap gas. Qatar mendandani negaranya sebagai masyarakat maju, liberal, namun di pusatnya, monarki kecil secara agresif membiayai gerakan Islam radikal … Mengingat dukungan tak tahu malu emirat terhadap terorisme, kita harus mempertanyakan keputusan FIFA memberikan penghargaan pada Qatar dengan Piala Dunia 2022,” tulis sang duta besar Prosor.

Menggambarkan Qatar sebagai “kerajaan minyak mungil”, Ron Prosor menuntut agar negara Teluk itu diisolasi secara internasional.

Liga Inggris Piala Dunia  - Ternyata Ada Peran Israel di Balik Kampanye Anti Qatar 2022

Perdana Menteri Israel telah secara pribadi melobi anggota Kongres AS serta berbagai pemimpin dunia dalam rangka menggalang dukungan untuk merampas hak Qatar sebagai tuan Piala Dunia jika negara itu gagal memutuskan hubungan dengan Hamas.

Para diplomat dan analis di Doha tekah membantah laporan-laporan media bahwa Qatar mungkin akan mengusir pemimpin Hamas Khalid Mishal setelah kepergian sejumlah anggota Ikhwanul Muslimin, yang secara luas dipandang sebagai langkah sementara untuk menenangkan Arab Saudi, bukan kebijakan permanan.

Ironisnya, kampanye Israel guna mencoret Qatar juga bisa menghasilkan satu hal yang Israel tidak inginkan, yakni semakin moderatnya posisi Hamas terhadap Israel, dan mendukung perundingan damai antara Palestina dan negara Yahudi di bawah kepemimpinan Presiden Abbas, dengan didasarkan pada gagasan saling mengakui dan pembentukan negara Palestina berdampingan dengan Israel.

Israel telah berupaya untuk menyabot upaya Palestina itu guna mengelola persaingan antara Hamas dan gerakan Fatah-nya Al Abbas dan membentuk pemerintah persatuan nasional yang akan bernegosiasi atas nama bersama, daripada pemerintahan ganda di Gaza dan Tepi Barat yang melemahkan.

Sebenarnya semakin keras sikap Hamas, semakin senang Israel.

Tapi hal itu mungkin akan segera berubah, menurut pejabat Palestina. Dengan Abbas menuju PBB untuk menuntut agar Dewan Keamanan membentuk batas waktu penarikan mundur Israel dari Tepi Barat dan pencabutan blokade atas Jalur Gaza, para pejabat Palestina mengatakan bahwa tekanan Qatar pada Hamas mungkin segera berbuah.

Para pejabat mengatakan bahwa Hamas dalam beberapa hari telah menegaskan posisinya menyetujui pembicaraan damai dengan Israel. Mereka mengatakan penentangan ide pembicaraan damai dalam tubuh Hamas kini jauh lebih rendah karena tekanan Qatar.

“Hamas telah berubah nadanya. Dengan putus asa mereka berusaha mempertahankan gencatan senjata di Gaza. Qatar adalah salah satu teman Hamas yang tersisa. Itu memberikan pengaruh, keuntungan yang akan hilang jika Qatar kehilangan Piala Dunia. Itu adalah sesuatu yang orang Amerika sangat mengerti,” kata seorang Palestina yang memiliki hubungan dekat dengan pejabat Qatar dan Hamas.

Sepakbola.cc